Hajj 2017 - Live

Siaran Langsung dari Masjidil Haram





Tahun ini, Jumlah Jamaah Haji Dunia Terbesar dalam Sejarah






HAJIPLUSUMROH.COM , RIYADH - Jumlah peziarah internasional yang akan menunaikan ibadah haji tahun ini menjadi yang terbanyak dalam sejarah. Menurut Kementerian Haji dan Umroh, jumlahnya akan mencapai 1,6 juta orang dikutip Saudi Gazette, Sabtu (19/8).

Jumlah ini meningkat sekitar 264 ribu jamaah dari tahun lalu. Tahun ini, Saudi memang menambah kuota sekitar 20 persen dari total peziarah tahun lalu karena proyek ekspansi mataf Ka'bah dan Masjidil Haram telah rampung.

Selain itu, otoritas Penjaga Dua Masjid Suci juga memotong kuota jamaah domestik sebesar 50 persen. Sejauh ini, sudah satu juta peziarah memadati Mekkah dan Madinah. Sisanya masih akan berdatangan sebelum akhir Agustus.

Menurut data terakhir pada Kamis, sekitar 916.562 jamaah sudah tiba di Saudi. Jumlah ini meningkat 22 persen dari periode yang sama tahun lalu. Menurut laporan statistik Direktorat Jenderal Passport, 878.567 tiba dengan jalur udara.

Sementara 35.023 tiba melalui jalur darat dan 2.972 jalur perairan. Sekitar 607.715 peziarah masih berada di Madinah untuk mengunjungi Masjid Nabawi sebelum akhirnya berangkat ke Mekkah. Untuk menanggulangi kepadatan, Menteri Agama dan Pemamdu Jamaah Sheikh Saleh Al-Asheikh meluncurkan program untuk mengedukasi jamaah.

Program ini akan mendistribusikan jutaan publikasi, buku, CD, film hingga media massa dengan 32 bahasa. "Sekitar 100 saluran satelit juga akan meluncurkan program edukasi bagi para jamaah selama musim haji ini," kata dia. Program tersebut merupakan pelayanan terbaru untuk memastikan kelancaraan ibadah haji.

Ibadah Sa'i



Hajiplusumroh.com , JAKARTA -- Oleh Ahmad Agus Fitriawan 

Prosesi ibadah sa'i menjadi rukun haji dan umrah yang dilaksanakan setelah tawaf. Sa'i berarti berusaha mencari kehidupan. Sa'i dalam konteks ibadah haji dan umrah berarti berlari-lari kecil di antara Shafa dan Marwah.

Prosesi ini mengenang usaha keras yang dialami Siti Hajar, istri Nabi Ibrahim AS, saat mencari air untuk kelangsungan hidup putra nya, Ismail. Di tempat gersang dan tandus yang hampa sarana untuk mempertahankan hidup, Ibrahim meninggalkan Siti Hajar dan bayi nya, Ismail. Ketika Ibrahim AS hendak bergegas pergi, istrinya me megangi erat-erat tali kekang kendaraannya seraya bertanya, "Apa kah kami berdua akan ditinggalkan pergi di lembah ini?" Ibra him pun tidak menjawab pertanyaan istrinya karena sesungguh nya hatinya risau harus meninggalkan keluarganya jika tidak karena perintah Allah.

Istrinya bertanya kembali, "Kepada siapa kami ditinggalkan di sini? Apakah Allah yang memerintahkanmu?" Ibrahim pun masih tidak bisa menjawab. Tenggorokannya kering, kedua bibirnya seakan terkatup rapat, air matanya seolah tertahan di kelopak kedua matanya. Untuk memperlihatkan ketabahan dan rasa tanggung jawabnya sesekali ia menatap ke atas, ia hanya menjawab pertanyaan istrinya dengan anggukan kepala membenarkan tanda tanya istrinya itu. Isyarat dari jawabanjawaban itu melegakan Siti Hajar dan menyambutnya dengan penuh keimanan dan kebesaran hati. Karena Siti Hajar yakin Allah Yang Mahapemurah tidak akan mengabaikannya.

Lalu, Siti Hajar pun berusaha berlari-lari kecil mencari air antara bukit Shafa dan Marwah sebanyak tujuh kali putaran yang kemudian melalui tendangan kecil kaki anaknya Ismail. Maka terpancarlah air yang kita sebut air zamzam yang hingga kini masih terus memancar dari perut bumi. Usaha keras untuk kelangsungan hidup harus dimulai dengan jalan yang bersih (Shafa) dan insya Allah akan memperoleh keberkahan. Karena itu, sai berakhir di Marwah yang berarti kesejahteraan dan kedamaian.

Ini menunjukkan bahwa seorang Muslim dalam hal berusaha ia haruslah dengan cara-cara yang bersih, halal, tidak menyakiti orang lain, dan jika pun ada persaingan maka persaingan dilakukan dengan cara fair dan jujur, niscaya hasil usahanya akan berdampak dibalik ibadah sai yang mempunyai makna sangat mendalam bagi kehidupan muslim dalam mencari nafkah.

Melalui sai, Allah perintahkan untuk menunjukkan kepada umat Muslim bahwa alam semesta ini berjalan sesuai dengan hukum sebab musabab atau sesuai hukum alam. Ini artinya, meskipun Siti Hajar sudah tahu bahwa alam sekelilingnya tempat ia berlari-lari kecil untuk mencari air, ikhtiar manusiawi harus tetap dilakukan. Karena Muslim berpantang untuk mencapai sesuatu hanya mengandalkan doa lalu berpangku tangan karena berputus asa.

Inilah sai yang Allah perintahkan kepada kita dalam rangkaian menyelesaikan ritus-ritus ibadah haji dan umrah. Ada saat-saat kita harus menunjukkan usaha maksimal dan ada saat-saat kita harus melakukan kepasrahan total kepada Allah.

Dengan demikian, Islam tidak pernah menawarkan jalan pintas, jalan cepat sukses tanpa usaha, apalagi jalan merampas hak-hak orang lain agar kelihatan 'wah' di mata manusia, tetapi terpuruk di mata Allah SWT. Islam menawarkan cara-cara yang alamiah, agar mudah ditiru dan bisa dilakukan oleh siapa pun.

Allah SWT melalui ritus ini menyempurnakan tahap demi tahap yang harus dilakukan manusia ketika menginginkan sesuatu kesuksesan, sekaligus untuk memberikan pemahaman, pelajaran, dan hikmah kepada kita tentang masalah yang dialami. Yakni apabila kita sudah menempuh berbagai ikhtiar dan ternyata menemui jalan buntu maka janganlah patah semangat dan berputus asa. 

Allah tidak akan mengabaikan hambanya yang bertawakal dengan benar (QS an-Naml (27): 62). Tidakkah kita belajar dari sulitnya Siti Hajar dan bayinya, Ismail, hidup di gurun pasir yang tandus berusaha mencari air. Dan pada akhirnya keberhasilanlah yang beliau raih. Semangat untuk terus berjuang dan berusaha disertai dengan keikhlasan kepada Allah SWT, menjadi bagian dari kunci sukses ikhtiar apa yang kita cita-citakan. Wallahu a'lam. 

Tiga Catatan Krusial Armina Versi Amirul Hajj


Hajiplusumroh.com , Makkah -Puncak haji Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armina) tersisa hitungan hari dan akan jatuh pada 31 Agustus. Beberapa persiapan pun telah dilakukan pemerintah Indonesia.

Naib Amirul Hajj Abdul Mu’thi menjelaskan ada titik krusial dalam pelaksanaan Armina. Pertama adalah jamaah tarwiyah. Sebagian jamaah haji Indonesia berpendapat rute puncak haji adalah dari Makkah menuju Mina dan menginap di sana pada 8 Dzulhijjah lalu menuju ke Arafah keesokan harinya. 

“Ini krusial, jumlahny makin lama makin banyak,” kata dia kepada wartawan Republika, Nashih Nasrullah, di Makkah, Arab Saudi, Kamis (24/8). 
Selain itu kata dia, adalah persoalan tanazul, yaitu mereka yang memilih berangkat langsung ke Masjid al-Haram setelah berwukuf di Arafah dan Muzdalifah, alias tidak langsung ke Mina. 

Dan yang terakhir, kata dia, adalah bermabit di Mina. Titik krusialnya adalah terkait bermabit di Mina Jadid yang menjadi perdebatan di sebagian kalangan. Jumlah jamaah haji di kawasan ini cukup banyak mencapai 26 ribua-an.”Sebagian jamaah merasa itu bukan Mina lagi apalagi jaraknya jauh,” kata dia. 

Atas dasar inilah, Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah ini, meminta pemerintah gencar memberikan pemahaman. Dalam penyelenggaraan ibadah haji itu sendiri dikenal waktu afdlal dan waktu afshah. Waktu afdlal dipahami sebagai waktu yang utama untuk menjalankan tahapan ibadah haji, sedang afshah adalah waktu yang sah dalam menjalankan tahapan ibadah haji.

“Kita akan berusaha memberi pemahaman kepada jamaah untuk beribadah di waktu yang sah (afshah) dan tidak memaksakan diri di waktu yang utama (afdlal) karena berisiko,” kata dia.  Waktu utama yang dimaksud Mu’thi antara lain, waktu lontar jumrah Aqabah yang dilakukan setelah terbit matahari hingga waktu zhuhur (matahari tergelincir). Mu’thi mengimbau jamaah tidak memaksakan diri melakukan Aqabah pada waktu itu. Terlebih, Pemerintah Saudi telah menetapkan jadwal dan jam tersebut bukan jadwal jamaah haji Indonesia.

“Patuhi schedule yang telah ditetapkan Pemerintah Saudi dan Indonesia,” tutur dia.  
Dia menerangkan haji di tanah suci bukanlah tujuan akhir. Ukuran keberhasilan haji tidak pada bagaimana susah payahnya saat menjalani, tapi bagaimana akhlak jamaah pasca menunaikan ibadah haji. Keutamaan bisa dirasih saat kembali ke Tanah Suci dengan memperbanyak ibadah dan amalan yang merupakan bagian dari kualifikasi haji yang mabrur. “Harapan kami, jamaah lebih mengutamakan keabsahan dan keselamatan haji karena itu yang memang harus menjadi bagian prioritas semua jamaah,” kata dia. 

Ketentuan Daftar Tarwiyah 2017



Hajiplusumroh.com , Makkah - Pelaksanaan tarwiyah yaitu berangkat ke Arafah dengan menginap terlebih dahulu di Mina pada 8 (Dzulhijjah) tak direkomendasikan pemerintah, kendati demikian, pemerintah tetap melakukan pendataan peserta tarwiyah dan jumlah mereka. 

Kepala Seksi Bimbingan Ibadah PPIH Daker Makkah, Ansor, menjelaskan berdasarkan surat edaran Kantor Urusan Haji Cabang Makkah, batas waktu pendaftaran peserta tarwiyah yang diajukan kepada ketua kelompok terbang (kloter) dengan perseujuan kepala sektor adalah Ahad, 27 Agustus. 

Sementara kata dia, closing date laporan jumlah peserta tarwiyah setiap sektor harus sudah masuk/diterima kepala daker Makkah, Senin 28 Agustus pukul 17.00 waktu Arab Saudi.  Ansor mengatakan pihaknya menginstruksikan seluruh kepala sektor segera berkoordinasi dengan TPIHI kloter mengenai jumlah jamaah yang akan mengambil nafar awal dan nafar tsani di wilayah sektornya masing-masing dan melaporkannya ke kadaker.  

Ansor menegaskan  meski pemerintah tak bisa melarang pelaksanaan Tarwiyah oleh sebagian jamaah haji haji, namun pihaknya menekankan  penanggungjawab tarwiyah harus memastikan bahwa anggotanya dalam keadaan sehat wal afiat. 
Selain itu kata dia, pelaksanaan tarwiyah akan dikenakan biayah oleh maktab dengan besaran yang bervariatif. Maktab bertangggungjawab penuh mengantarkan jamaah haij dari hotel menuju Mina dan dari Mina menuju Arafah serta menyiapkan akomodasi dan konsumsi jamaah 

Dia menjelaskan, jamaah yang hendak bertarwiyah mengajukan permohonon kapada ketua kloter dengan persetujuan kepala sektor dan laporan disampaikan kepada kepala daker. Dan yang terpenting penanggungjawab harus membuat surat pernyataan bahwa segala aktivitas yang berakibat pada keselematan dan kerugian materian menjadi tanggungjawab sendiri.”Kita sudah buat mekanisme surat pernyataan bermaterai secara kolektif, “ kata dia di Kantor Daker Makkah, Kamis (24/8) seperti dilaporkan wartawan Republika.co.id, Nashih Nashrullah, dari Makkah Arab Saudi. 

Sebelumnya, dalam pertemuaan dengan KPIH dan TPIHI, Rabu (23/8)  malam Amirul Hajj yang juga Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengingatkan tarwiyah adalah sekadar amalan sunah dan tidak akan membatalkan haji. Meski demikian Pemerintah tentu tidak bisa bersikap melarang bagi jamaah bertarwiyah karena itu keyakinan beribadah yang diyakini. "Namun bagi ingin tarwiyah mohon dengan sangat dilakukan secara bertanggung jawab, karena pemerintah tidak memfasilitasi," kata dia.   

Menurut Lukman, dengan jumlah jamaah yang mencapai 2,1 juta dari seluruh dunia, tentunya juga tidak memungkinkan untuk melakukan tarwiyah. Selain itu, pergerakan jamaah yang ditentukan pemerintah Arab Saudi, menjadikan tarwiyah hal yang akan sulit dilakukan. Namun demikian Pemerintah Indonesia mengambil pendekatan di antara sekian pandangan yaitu prinsip memudahkan bukan mempersulit. “Kita tidak melarangnya, tapi tidak menganjurkan. MUI telah meumtuskan bahwa hal itu tidak membuat batalnya haji kita," terangnya,” kata dia. 

PERWAKILAN ALSHA TOUR

PERWAKILAN ALSHA TOUR JAKARTA: IBU MARIA 081297476699 – BPK. FACHRI 089677062753 – BPK. ALAMNEWTON 081293292999. PERWAKILAN ALSHA TOUR CIPUTAT : BPK HENDRA 085780098647. PERWAKILAN ALSHA TOUR TANGERANG: BPK A BAIZURI 083878846158 - BPK SUHENDRA 081290181954. PERWAKILAN ALSHA TOUR BEKASI: BPK RAHMAD 082210001098. PERWAKILAN ALSHA TOUR CIBITUNG:BPK ADIKA 082213201278.PERWAKILAN ALSHA TOUR KARAWANG: IBU SITI AISAH 081563845048 - BPK DEDET 08161458061. PERWAKILAN ALSHA TOUR BANDUNG: IBU INA 08156038993. PERWAKILAN ALSHA TOUR TASIKMALAYA:BPK DODI 082118839285. PERWAKILAN ALSHA TOUR SOLO: IBU ZAKIYAH 085712345056. PERWAKILAN ALSHA TOUR MALANG: BPK ELFU 087787027933 - BPK LUKMAN 081335593011. PERWAKILAN ALSHA TOUR SURABAYA: BPK. YUDI 0816500450 / 082232925253. PERWAKILAN ALSHA TOUR BONDOWOSO: BPK TUHU SURYONO 085336252353. PERWAKILAN ALSHA TOUR TARAKAN:BPK M. TOHA 081315333666. PERWAKILAN ALSHA TOUR LAMPUNG: BPK DWI 081318340258.

Search